Lakukanlah sesuatu itu karena itu memang baik untuk dilakukan, bukan karena apa yang akan kamu dapatkan.

Sabtu, 22 Maret 2014

Kebakaran Hutan Lahan Gambut Dan Penjahat Lingkungan



Provinsi Riau memiliki total lahan gambut 4,04 juta hektar atau sektiar 48% dari total wilayah Riau. Bahkan hamparan gambut di Riau  itu merupakan 56% dari total gambut di Sumatra. 
Gambut  yang merupakan endapan organik fosil-fosil tumbuhan selama beratus tahun. Gambut seperti busa yang mengandung banyak air dan berfungsi menyerap karbon. Kerusakan pada sebagian gambut menyebabkan kerusakan seluruh hamparan gambut itu. Jika rusak, maka apa pun di atasnya seperti hutan, tumbuh-tumbuhan dan satwa juga terancam termasuk masyarakat.
Tren investasi sawit dan HTI yang merambah ke wilayah gambut, mereka membuat kanal-kanal untuk mengeringkan kawasan agar bisa ditanam sawit atau HTI.  Kanal yang dibangun di gambut itu ditembuskan ke sungai dan inilah yang membuat kandungan air di gambut berkurang dan akhirnya rusak. Praktik buruk inilah yang mengancam habitat satwa dan fauna di atasnya termasuk masyarakat dan ekologinya.

Kebakaran Hutan Dan lahan Gambut..
Menurut pantauan WWF sepanjang Februari 2014 di kawasan gambut terdeteksi 2370 titik api, sementara itu untuk tanggal 11 Maret 2014 saja terpantau 499 titik api di kawasan ini. Jumlah ini  memberikan indikasi mengapa semakin hari kabut asap semakin menebal di Provinsi Riau. Padahal gambut merupakan kawasan moratorium alias tidak boleh ada aktifitas pembukaan kawasan tersebut. Selain itu pada periode yang sama terdeteksi 188 titik api di kawasan hutan yang masuk dalam moratorium.  Siapa yang bersalah? Mengapa kebakaran bisa terjadi di kawasan ini?
Riau memiliki 4 juta hektar kawasan hutan gambut salah satunya adalah blok hutan Giam Siak Kecil dengan kedalaman gambut lebih dari 5 meter. Hutan gambut Giam Siak Kecil merupakan cadangan karbon global. Menebang pohon atau merusak lahan tanahnya saja akan menimbulkan emisi karbon yang berdampak bagi perubahan iklim global.
Gambut adalah jenis tanah yang terbentuk dari akumulasi sisa-sisa tumbuhan yang setengah membusuk: oleh sebab itu, kandungan bahan organiknya tinggi. Gambut terbentuk tatkala Bagian-bagian tumbuhan yang luruh terhambat pembusukannya, biasanya di lahan-lahan rawa, karena kadar keasaman yang tinggi atau kondisi anaerob di perairan setempat.
Kawasan hutan gambut idealnya tergenang air sepanjang tahun,. Sayangnya, para pemilik konsesi HTI akasia atau perkebunan sawit membuat kanal untuk mengeringkan kawasan basah ini. Pembuatan kanal  tersebut mengakibatkan gambut  menjadi  kering  dan mudah terbakar pada musim kemarau.  Kebakaran kawasan gambut  biasanya merambat hingga ke bawah permukaan gambut, sehingga mengakibatkan sulitnya  pemadaman api.
Pembukaan lahan gambut dan hutan merupakan sumber terbesar emisi Gas Rumah Kaca (GRK) di Indonesia. Emisi dari lahan gambut mencapai sekitar 45% dari keseluruhan emisi gas rumah kaca di Indonesia saat ini. Untuk sektor kehutanan, emisinya mencapai lebih dari 35%. Potensi pengurangan emisi GRK yang paling besar diperoleh dari upaya pengurangan laju perusakan hutan (deforestasi) dan melalui rehabilitasi lahan gambut yang rusak.(dikutip dari Tulisan Manager Komunikasi WWF Indonesia, tinggal di Pekanbaru, Riau.) http://www.wwf.or.id/?32043/MenantiKepastianPenyelesaianBencanaAsap
Menurut Afdhal Mahyuddin  *Pegiatkonservasi, anggota koalisi LSM Eyes on the Forest, tinggal di Pekanbaru
Melihat asal muasal kejahatan lingkungan ini mau tak mau kita harus masuk dalam memahami kompleksitas kehutanan dan perkebunan di Riau, Sumatera umumnya,Seperti yang dituliskan nya di website http://www.wwf.or.id/
Dampak Kabut Asap Bagi Kesehatan
Secara umum kabut asap dapat mengganggu kesehatan semua orang, baik yang dalam kondisi sehat maupun dalam kondisi sakit. Pada kondisi kesehatan tertentu, orang akan menjadi lebih mudah mengalami gannguan kesehatan akibat kabut asap dibandingkan orang lain, khususnya pada orang dengan gangguan paru dan jantung, lansia, dan anak-anak.

Berikut ini dampak akibat gangguan asap bagi kesehatan kita yang Sempat Saya Baca Di berita Media Electronik
  1. Kabut asap dapat menyebabkan iritasi pada mata, hidung, dan tenggorokan, serta menyebabkan reaksi alergi, peradangan dan mungkin juga infeksi.
  2. Kabut asap dapat memperburuk penyakit asma dan penyakit paru kronis lain, seperti bronkitis kronik, PPOK dan sebagainya.
  3. Kemampuan kerja paru menjadi berkurang dan menyebabkan seseorang mudah lelah dan mengalami kesulitan bernapas.
  4. Bagi mereka yang berusia lanjut (lansia) dan anak-anak maupun yang mempunyai penyakit kronik, dengan kondisi daya tahan tubuh yang rendah akan lebih rentan untuk mendapat gangguan kesehatan.
  5. Kemampuan dalam mengatasi infkesi paru dan saluran pernapasan menjadi berkurang, sehingga menyebabkan lebih mudah terjadi infeksi.
  6. Berbagai penyakit kronik juga dapat memburuk.
  7. Bahan polutan pada asap kebakaran hutan dapat menjadi sumber polutan  di sarana air bersih dan makanan yang tidak terlindungi.
  8. Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) jadi lebih mudah terjadi, terutama karena ketidak seimbangan daya tahan tubuh (host), pola bakteri/virus penyebab penyakit (agent) serta buruknya lingkungan (environment).
Memerangi Penjahat Lingkungan
Gubernur Riau (Gubri) H Annas Maamun hanya memiliki satu keinginan nyata terkait bencana asap yang sedang ditaklukkan saat ini. Keinginan itu adalah tidak terjadinya bencana serupa. Karena itu, dia meminta seluruh pihak menghimpun semua persoalan kebakaran lahan untuk dituntaskan dan pelaku ditindak tegas sampai ke akar.
Kata Gubri lagi, tidak hanya oknum satu dua orang yang ditindak, tapi kalau terbukti sampai ke pemilik modal pun harus dihukum seberat-beratnya sesuai dengan aturan. ‘’Tindakan tegas harus dilakukan kepada pemodal, bukan hanya kepada pembakar dan pemilik saja,’’ Dikutip Dari : http://www.riaupos.co/44823-berita-tindak-tegas-pemodal-karhutla.html
Polda Riau dalam hal ini terus mengusut kasus pembakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menimbulkan kabut asap.
"Tersangka karhutla 82 orang plus korporasi. Kemungkinan, akan terus bertambah, karena tim kami masih melakukan pengembangan," kata Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo kepada riauterkini.com, Jumat (21/3/14).
Ditambahkannya, dari tersangka itu, polisi melimpahkan 21 berkas ke kejaksaan. Sementara yang sudah diterima jaksa, ada 2 berkas. "Yang dikirim ke Jaksa baru 21 berkas. Yang diterima jaksa (P21) sudah 2 berkas. Berkas lain akan menyusul," ungkapnya.
Sementara itu Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) dan KontraS mendesak pemerintah Indonesia bersungguh-sungguh, adil dan transparan menangani bencana asap di Riau. Mereka meminta pemerintah mencabut izin perusahaan yang menyalahi aturan, bukan malah menembak di tempat pembakar hutan itu.
Menurut Manager Kebijakan dan Pembelaan Hukum WALHI Muhnur Satyahaprabu. Kesalahan fundamental datang dari Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan. Di mana Zulkifli dianggap tak paham tentang apa dan bagaimana pembakaran hutan dan lahan itu terjadi.
"Kesalahan kedua adalah membiarkan penjahat lingkungan sebenarnya, yaitu korporasi-korporasi pemegang izin pengelolaan hutan dan lahan, terus mendapatkan izin pengelolaan hutan dan lahan. Harus ada hukuman bagi penjahat-korporasi yang membuat efek jera, jangan masyarakat terus yang disalahkan" kata Muhnur dalam rilis, Jumat (21/3/14) di Jakarta.
Saat ini, katanya, banyak perusahaan terus membakar hutan untuk membuka lahan. Selain karena biaya yang lebih murah pembakaran hutan dinilai sebagai alternatif tercepat. Khusus di Riau, baik hutan maupun lahan gambut telah banyak dibuka dan terus bertambah tiap tahun.
“Untuk menghentikan bencana asap tahunan di Sumatera dan wilayah-wilayah lain di seluruh Indonesia, pemerintah harus mengeluarkan kebijakan yang luar biasa juga dalam menangani masalah ini. Perusahaan-perusahaan izinnya harus dievaluasi, kalau perlu dicabut, karena bencana asap yang dikontribusikan kepada rakyat Riau," jelas Manager Kampanye Hutan dan Kebun Skala Besar WALHI Zenzi Suhadi.
 Sementara itu, tembak di tempat dikatakan Samsul Munir dari kontraS adalah hal yang bertentangan dengan peraturan Kapolri di mana penggunaan kekuatan dalam tindakan kepolisian adalah pelanggaran hak asasi serius karena mengabaikan proses hukum.
 “Jangan sampai perintah tembak di tempat ini malah menimbulkan persoalan baru terhadap penegakan hukum dan pelanggaran HAM," ujarnya.
(dikutip Dari : http://merantionline.com/berita/detail/8485/2014/03/22/-walhi-terus-desak-izin-perusahaan-dicabut#.Uy1tO3ZEs_4

Dampak Bagi Masyarakat disekitar kawasan Lahan Gambut tersebut
 Akibat Kebakaran yang di dominasi lahan Gambut ini  masyarakat merasa di hantui teror untuk turun ke ladang,di mana mana ada polisi ,
sebagai contoh yang terjadi di kelurahan teluk meranti, kelurahan teluk meranti kabupaten kampar riau. setiap warga yang ke kebun, baik mengambil hail panen atau bahkan memadamkan api di introgasi dan ada yang dibawa ke kantor polisi. "kami takut kekobun (kekebun-red) kini, banyak tentara, kian kami kono tangkap", ujar eni warga kelurahan teluk meranti. 

ketakutan ini bukan tidak beralasan, hal ini karena eni dan warga lainny melihat seorang warga bernama Abah Tonit ditangkap karena mengambil jagung hasil panen dikebunnya, walaupun beberapa hari kemudian dilepaskan. tidak jauh berbeda dengan yang terjadi di kelurahan teluk meranti, teror ini juga menghantui warga desa Kuala panduk kecamatan teluk meranti. bahkan dari keterangan pak Amir tokoh masyarakat desa kuala panduk, masyarakat tidak berani memadamkan api bahkan yang membakar kebunnya sendiri karena tindakan aparat yang terkesan sembarang tangkap tersebut. saat ini kabut asap di Riau memang sudah jauh berkurang, tetapi apakah tidak ada solusi yang jauh lebih baik untuk mencegah kejadian ini terulang dan tidak terjadi lagi teror ditengah masyarakat yang jelas-jelas sudah dirugikan dengan kabut asap seperti ini?. pemerintah seharusnya mempunyai kemampuan untuk melakukan itu. 
Ungkap Istiqomah Marfuah seorang Aktivis Lingkungan,melalui blog pribadinya..
( joisadisti.blogspot.com )




Tiga Minggu Target Presiden SBY,,




Tulisan Ini adalah Tulisan yang saya coba untuk tulis karena #IngatLingkungan yang Rasanya Setiap Hari Semakin Memburuk,Tulisan Ini Lebih Mengacu pada Karhutla yang 17 Tahun sudah terjadi di riau bahkan Tahun Ini merupakan yang terparah Selama 17 Tahun tersebut.
Maaf jika pembaca kiranya tidak mudah memahami Apa yang saya Tuliskan Ini,Jujur saya memang baru dalam Hal Menulis,Menulis Inipun dikarenakan Terinspirasi dari Kompetisi http://www.blogdetik Yang Mengusung Tema Blogger Peduli Lingkungan ,Dikarenakan Itulah saya Tertantang Untuk Ikut Sekaligus Belajar dalam Menulis.Bahkan Mungkin Banyak Kekurangan Yang ada Pada Tulisan Ini,Masukkan,Kritik dan Saran blogger Lain Sangat saya Harapkan Agar saya Lebih Termotivasi untuk Mengasah Kemampuan Dalam Hal Menulis.
#IngatLingkungan  #ingatNgeblog

Semoga Bermanfaat ..



To be continued...


NExt :

 
 
 baca Beita nya Disini " konfliktanahriau.blogspot.com

tanah untuk keadilan

tanah untuk keadilan

Visitor

Flag Counter

Bertuah

Blogger Bertuah